Showing posts with label subhanallah. Show all posts
Showing posts with label subhanallah. Show all posts

Wednesday, 15 January 2014

Perayaan Idul Adha di Daejeon, Korea Selatan

13818161561942670961
Pelajar Internasional di SolBridge International School of Business, Universitas Woosong
Suasana musim gugur di Korea semakin semarak dengan perayaan hari raya Idul Adha. Idul Adha kali ini jatuh pada hari Selasa, 15 Oktober 2013. Walaupun perayaan ini bersamaan dengan hari kerja, namun demikian, hal ini tidak menyurutkan niat kaum muslim untuk pergi ke masjid, musholla, maupun Islamic Center untuk menjalankan ibadah sholat Idul Adha. Gema takbir sudah dikumandangkan semalam sebelumnya di berbagai tempat di seluruh Korea.
1381816753864804195
Berfoto bersama dengan umat Islam dari berbagai negara
Sampai sekarang jumlah umat Islam di Korea diperkirakan lebih dari 150,000 orang. Kebanyakan dari mereka adalah para tenaga kerja yang berasal dari Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh dan beberapa negara muslim lainnya. Sangat sulit ditemui orang Korea yang beragama Islam saat ini.
Suasana kota Daejeon, kota nomor lima terbesar di Korea sedikit dingin pada pagi hari ini. Suhu udara sekitar lima belas derajat dan cuaca sedikit mendung. Saya dan beberapa mahasiswa muslim internasional yang berasal dari Uzbekistan, Kazakhstan, Indonesia, Malaysia, India dan Morocco sudah berkumpul di halaman depan kampus tepat jam tujuh pagi. Kami semua bersiap untuk pergi ke Islamic Center Daejeon (ICD) yang berjarak kurang lebih satu jam perjalanan dengan bus.
Tepat pukul delapan pagi kami sampai di ICD dan berbaur dengan ratusan umat Islam yang sudah memenuhi tempat tersebut. Jumlah umat muslim di kota Daejeon diperkirakan mencapai lebih dari 2,000 orang. Kebanyakan mereka adalah para pelajar dan juga pekerja asing yang tinggal di kota pendidikan ini. Gema takbir berkumandang tiada hentinya di komplek ICD berlantai lima ini. ICD adalah satu-satunya masjid di kota Daejeon. Di samping ICD di kota ini ada Musholla An-Noor yang didirikan oleh para umat Islam yang berasal dari Indonesia.
Sebelum sholat panitia memberikan pengumuman mengenai tata cara sholat. Yang menarik pengumuman diberikan dalam tiga bahasa Inggris, Indonesia, dan Arab. Tepat pukul delapan lebih lima belas menit sholat Idul Adha dimulai. Sesudah sholat khatib memberikan ceramah tentang sejarah dan pentingnya menjalankan ibadah Idul Adha di negeri yang mayoritas bukan beragama Islam. Tidak lupa beliau memberikan perintah untuk selalu menjaga Ukhuwah Islamiyah antar umat muslim di seluruh Korea.
1381816287354561334
Suasana sesudah sholat Idul Adha di Islamic Center Daejeon
Sesudah sholat Idul Adha para jamaah dapat menikmati berbagai hidangan yang telah disiapkan oleh panitia. Tidak ada acara penyembelihan hewan kurban di sini. Bagi para jamaah yang ingin berkurban dapat melakukannya secara langsung di negara masing-masing. Para jamaah berbaur dan berbagi kebahagian bersama sebelum kembali untuk bekerja.  Selamat Merayakan Hari Raya Idul Adha bagi kita semua.

Woosong Gwan#320, Universitas Woosong, Daejeon, Korea Selatan

Maybe it's all from me,
i just can say with thankyou, hope my post can usefull for all of ya.
and i copied it from here

Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Afriza Hanifa

“Aku menemukan harapan dalam Islam, kemudian saya menjadi muslim,” ujar seorang mualaf dari Korea Selatan, Park Dong Shin yang kini mengubah namanya menjadi Abd Ar-Ra’oof. Park memeluk Islam saat usiannya 24 tahun. Sebelum memeluk Islam, ia merasa hidupnya hanya dipenuhi kegelapan, keraguan, kebingungan dan luka.

“Aku menulis ini (artikel kisah perjalanannya menuju Islam) untuk berbagi kepada kalian tentang sesuatu yang penting di hidupku, bagaimana aku menemukan hidup yang dipenuhi kegembiraan dan bagaimana aku menemukan makna hidup yang sebenarnya,” Park memulai kisahnya yang ia share di berbagai medsos miliknya, dari blog, fb, twitter hingga youtube.

Sejak kecil, Park telah tertarik dengan beragam budaya dunia. Pasalnya, sang ayah merupakan seorang teknisi kapal yang mengunjungi berbagai negara di belahan dunia. Park pun seringkali berinteraksi dengan warga asing. Oleh karena itu, Park tak asing pula dengan beragam agama di dunia.

Pencarian hidupnya dimulai ketika terjadi krisis moneter di Korea pada akhir 90-an. Keluarganya jatuh miskin. Orang tuanya bercerai. Ia pun kemudian terpaksa tinggal di asrama sekolah. Park miris melihat kondisi masyarakat yang kapitalis. Bahkan di sekolahnya pun, ia melihat hanya materialisme yang dipentingkan. Disitulah ia kemudian berfikir, ada tujuan hidup yang mulia dibanding sekedar mengejar materi. 

Hati dan pikiran pria kelahiran Busan itu pun mulai dipenuhi pertanyaan. “Mengapa aku harus hidup?”, “Apa tujuan hidup itu”, “Dimana Tuhan?”, dan pertanyaan serupa. Ia pun kemudian tertaruk dengan agama. Ia datang ke gereja untuk menempuh jalan yang benar. Namun ia tak mendapatkannya.

Hingga kemudian Park menonton beberapa film hollywood yang kisahnya menyudutkan agama Islam. Bukan terpedaya, Park justru melihat ada kemunaikan di dalamnya. Ia pun mencari kebenaran akan Islam. Ia pergi ke perpustakaan dan membaca buku agama Islam.

“Aku mengunjungi banyak gereja dan mempelajari Al Kitab, namun aku tak berfikir untuk mempelajari Islam. Karena aku tak tahu kalau Islam adalah agama Allah. Aku pun mempelajarinya. Dan Islam, ini adalah kebenaran,” ujar Park.

Park terpesona, Islam menjawab segala pertanyaannya. Islam juga memberikan harapannya untuk tak terpedaya kapitalisme. Materi bukanlah tujuan hidup. Begitu terpesona saat mengenal Islam, yang ada di benak park hanya satu, “Mengapa selama ini aku tak pernah tahu tentang Islam?” ujarnya menyesal baru mengenal Islam.

Park pun kemudian jatuh hati pada Islam. Ia mulai serius mendalami Islam. Park mendaftar keangotaan masyarakat muslim di internet kemudian mendapat konseling dari komunitas muslim. Ia pun kemudian mendatangi Masjid Seoul untuk mendapat bimbingan lebih lanjut.

“Aku pergi ke Masjid Seoul setiap hari Sabtu untuk mengambil kelas bahasa Arab dan Islam. Aku tak mengerti bahasanya, tetapi ajaran Arab dan Quran bagai bahasa langit dan malaikat. Aku pun menjadi yakin bahwa Islam adalah rahmat dan karunia Allah bagi umat manusia. Ada banyak agama di dunia dan mereka adalah buatan manusia , namun Islam adalah agama diungkapkan langsung oleh Allah melalui malaikat dan karenanya dibuat langsung oleh Tuhan,” ujarnya.

Setelah memantapkan hati, Park kemudian mengiucapkan syahadat. Ia mendapati Islam begitu indah. Islam menuntutn pada kebenaran. “Anda akan terkejut setelah Anda mengenal Islam . Bagaimana bisa ada seperti agama yang sempurna dan indah?” ujarnya.

Belajar ke Haramain

Park benar-benar terpesona dengan ajaran Islam. Ia tak pernah puas mempelajari dinnullah di tempat tinggalnya di Seoul. Ia ingin menempa lebih banyak ilmu. Maka berankatlah ia ke Haramain untuk belajar langsung di tanah kelahiran Islam.

Park begitu bersemangat. Ia berkeinginan dapat mendakwahkan Islam dengan baik. “Aku pergi ke Arab Saudi untuk belajar Al Qur’an dan Al Hadits. Aku juga membutuhkan pemahaman untuk dakwah. Bahkan setelah datang ke Madinah Al Munawarah, aku telah memulai dakwah melalui online. Aku membuat website dan berbincang dengan banyak orang Korea untuk mengenalkan mereka pada Islam,” tuturnya.
Maybe it's all from me,
i just can say with thankyou, hope my post can usefull for all of ya.
and i copied it from here